Blog berbagi tentang pengetahuan terkait Bisnis di Era Digital

Senin, 02 November 2020

PERKEMBANGAN E-COMMERCE DI INDONESIA


 Mengutip data dari GlobalWebIndex, Indonesia merupakan negara dengan tingkat adopsi E-Commerce tertinggi di dunia pada 2019. Sebanyak 90 persen dari pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun di Indonesia pernah melakukan pembelian produk dan jasa secara online.

Tidak hanya dari sisi perubahan gaya hidup konsumen, industri e-commerce juga membuka lebih banyak peluang bisnis baru, serta menghasilkan dampak beruntun (trickle-effect) bagi industri di sektor pendukung, seperti logistik, infrastruktur IT, dan operator e-commerceTrend E-Commerce kini semakin marak. Perkembangan teknologi dan banyaknya penggunaan gadget, khususnysa oleh anak muda, menjadi salah satu penyebab E-Commerce berkembang sangat pesat di Indonesia Kini Millennials pun banyak yang berlomba-lomba untuk terjun ke dunia E-Commerce tersebut, agar mereka bisa mengembangkan bisnisnya dengan mudah

Mengenal 3 Model Bisnis Ecommerce

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Firma Iblis Word, tahun 2020 diperkirakan akan menjadi tahun emas bagi bisnis ecommerce. Tahun ini akan menjadi peluang emas bagi mereka yang ingin menggeluti bisnis online. Meski demikian, penting bagi calon pelaku bisnis untuk memahami model bisnis apa yang sebaiknya dipilih. Untuk itu, berikut 3 model bisnis ecommerce yang wajib dipahami.

 

1.  Model Bisnis C2C (Consumer to Consumer)

Antara konsumen dengan konsumen, inilah inti dari model bisnis C2C. Aktivitas bisnis ini umumnya melibatkan perorangan. Seorang konsumen individu menjual barang atau jasa kepada konsumen yang lain. Karena modal yang kecil, model bisnis ini pun begitu populer.

Bisnis C2C dapat dibagi lagi menjadi 2 model, yakni P2P atau classified dan marketplace. Namun meski skala bisnis ini kecil dan tidak begitu membutuhkan pinjaman modal usaha, pelakunya bisa saja tumbuh hingga mencapai skala bisnis yang lebih besar.

2. Model Bisnis B2C (Business to Consumer)

Model bisnis ini merupakan model bisnis yang paling jamak dijumpai dalam pasar ecommerce. Sesuai dengan namanya, model bisnis ini melibatkan bisnis yang dalam hal ini adalah produsen dengan konsumen. Karena itulah, model B2C ini menyerupai model ritel tradisional.

Salah satu contoh dari model bisnis B2C adalah toko online. Meski demikian, kini model bisnis ini semakin mengalami peleburan dengan bisnis C2C. Ini terjadi karena adanya penilaian reputasi yang semakin merata. Bahkan konsumen yang memiliki reputasi penjualan bagus juga dipandang cukup kredibel layaknya bisnis berbentuk badan usaha.

Di sisi lain, dengan kredit modal usaha, konsumen individu bisa menjadi pelaku bisnis yang lebih besar hingga cukup layak untuk dimasukkan ke dalam kategori B2C.

3. Model Bisnis B2B (Business to Business)

Sesuai dengan namanya, model bisnis ini terjadi antara bisnis dengan bisnis. Penjual hanya fokus pada pasar bisnis saja dan tidak melayani pesanan dari konsumen.

Umumnya, model bisnis B2B ini lebih didominasi oleh penyedia jasa atau layanan. Meski demikian, ada juga yang merupakan penyedia barang. Misalnya saja seperti produsen perabot kantor atau supplier barang-barang yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Jika dibandingkan dengan model bisnis C2C ataupun B2C, pasar bisnis B2B memang lebih kecil. Meski demikian, bukan berarti model bisnis ini hanya memberi keuntungan dalam jumlah yang kecil.

Terus, seperti apa tren e-commerce 2020, dan bagaimana perusahaan menyiapkan diri untuk menyambutnya? Berikut ini 5 tren e-commerce 2020.

Perangkat Mobile masih Menjadi Andalan

Melanjutkan tren e-commerce tahun ini, perangkat mobile masih menjadi andalan dalam melakukan transaksi online. Tak heran sebenarnya, karena secara kemudahan dalam mobilitas dan mekanisme membuat perangkat ini makin diminati menjadi sarana transaksi.

 

Share:

PANDUAN LENGKAP SOCIAL MEDIA MARKETING 2020


 

Social media marketing sudah bukan hal asing bagi sebagian Anda. Promosi produk melalui platform media sosial ini dianggap cukup efektif menjangkau calon pelanggan dengan mudah.

Namun, apakah Anda sudah melakukannya dengan benar? Atau, apakah Anda menggunakan satu platform saja dan ternyata belum mendapatkan hasil maksimal?

Apa itu Social Media Marketing?

Sesuai namanya, social media marketing adalah pemanfaatan platform media sosial untuk mempromosikan produk. 

Pada prakteknya, upaya social marketing sering digunakan bersamaan dengan upaya digital marketing lainnya. Contohnya, penggunaan blog, email dan lainnya. 

Karena platform media sosial cukup banyak, pemilihan platform yang tepat sesuai bisnis Anda merupakan salah satu kunci kesuksesan strategi pemasaran ini. 

Memulai Social Media Marketing dengan Data

Sebelum masuk ke berbagai strategi social media marketing, ada baiknya Anda melakukan riset untuk mendukung upaya Anda.  Mulailah dengan potensi media sosial di Indonesia.  Data dari WeAreSocial,  160 juta orang Indonesia adalah pengguna media sosial aktif. Dari jumlah tersebut, pengguna terbanyak adalah usia 25-24 tahun. Ini tentu menjadi informasi penting bagi Anda yang menyasar target pasar usia tertentu.

Saat ini, Facebook masih menjadi platform media sosial yang paling populer. Dan, Whatsapp merupakan aplikasi berkirim pesan yang umum digunakan. Dengan mengetahui data ini, Anda bisa menerapkan upaya yang sesuai dengan strategi bisnis Anda.  

Selain itu, perlu diingat bahwa 99% akses media sosial tersebut dilakukan melalui perangkat mobile. Jadi, sesuaikan konten promosi Anda agar mobile friendly.

Strategi Social Media Marketing yang Efektif

Berikut ini adalah beberapa strategi social media marketing yang bisa Anda lakukan:

1. Menggunakan Instagram Marketing

Potensi Instagram untuk promosi produk tidak dapat diragukan. 80% pengguna mengaku postingan di Instagram mempengaruhi buying decision mereka.
Nah, untuk memastikan social media marketing Anda berhasil, ada beberapa strategi penting saat menggunakan Instagram. Yang utama, segera beralih ke akun profesional atau Instagram bisnis. Kemudian, optimasi profil bisnis Anda.
Jika dua langkah di atas sudah dilakukan, lanjutkan dengan menciptakan konten kreatif dan hashtag unik.

 

2. Berbagai Instagram Tools Terbaik untuk Promosi Bisnis

Jika Anda yakin bahwa Instagram adalah platform terbaik untuk promosi bisnis Anda, lakukanlah upaya yang lebih agresif. Caranya, memanfaatkan Instagram tools.
Instagram tools akan membantu upaya social media marketing Anda lebih mudah, baik dari sisi pembuatan konten, pelaksanaan promosi hingga analisa data.
Beberapa tools yang bisa Anda manfaatkan adalah Snapseed untuk photo editing dan Later untuk penjadwalan posting konten.

 

3. Memanfaatkan Instagram Ads

Untuk melengkapi upaya Instagram marketing Anda, memasang iklan di platform tersebut juga merupakan ide yang cukup baik.

Karena iklan terkait dengan penggunaan anggaran, pastikan iklan Anda efektif untuk menjangkau pelanggan. Jadi, bisa memberi Anda return of investment (ROI) alias balik modal.

Untuk membuat iklan di Instagram, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, tentukan audiens dengan tepat. Lalu, pilih format iklan yang sesuai dengan produk Anda. Yang tak kalah penting, buat teks copywriting yang menarik.

 

4. Menggunakan Facebook Marketing

Dengan banyaknya pengguna Facebook di Indonesia, Facebook marketing tentu menjadi upaya social media marketing wajib untuk bisnis Anda. Jika belum dilakukan, sekarang-lah saatnya.

Ada berbagai strategi yang bisa Anda gunakan dalam pemasaran dengan Facebook. Mulai dari menciptakan konten menarik, menentukan budget dan menganalisa upaya yang dilakukan. Jangan lupa untuk menggunakan tools Facebook marketing yang tersedia. Contohnya, DrumUp dan SocialOomph.

Share:

IDE BISNIS DIGITAL YANG PALING MENJANJIKAN DI TAHUN 2020

 

 

Membangun bisnis di era digital memiliki tantangan tersendiri. Namun, jika Anda memulainya dengan benar, proses selanjutnya akan lebih mudah. Bagaimana caranya? Semua berawal dari ide. Jika Anda mampu menemukan ide bisnis digital yang tepat dan membangunnya dengan langkah yang benar, bukan mustahil Anda akan mampu mencapai hasil terbaik. 

Lalu, apa saja bisnis era digital yang menjanjikan di tahun 2019 ini? Pilihannya banyak sekali, namun Anda tidak perlu melakukan riset sendiri. Di artikel ini, kami telah merangkumnya untuk Anda.

Namun, sebelum membahasnya lebih lanjut, mari kita pelajari terlebih dahulu apa bisnis digital itu sebenarnya dan apa saja keunggulannya. 

 

Apa itu Bisnis Digital?

Bisnis digital adalah suatu jenis bisnis jasa yang memanfaatkan kecanggihan teknologi ketika menciptakan sebuah produk ataupun memasarkannya.

Berbeda dengan yang kita pahami sebelumnya, bisnis digital tidak semata terkait dengan penjualan produk tanpa wujud saja, seperti perangkat lunak komputer (software). Bisnis digital juga tidak hanya tentang produk fisik yang dikemas dalam bentuk digital seperti ebook (buku elektronik). 

Lebih dari itu, semua jenis usaha yang menjual produknya secara online, baik menggunakan website atau aplikasi termasuk dalam ranah bisnis digital. Ecommerce adalah salah satu contohnya. 

Produk bisnis digital bisa berupa barang ataupun jasa. Sebagai contoh, jika Anda memiliki kemampuan dalam memberikan motivasi pengembangan diri, Anda bisa menjadi seorang motivator online yang sukses. Keahlian ini bisa menjadi inti bisnis digital yang Anda tekuni. 

Pada prakteknya, banyak sekali contoh bisnis digital yang terbukti mampu menghasilkan omset yang menggiurkan. Salah satu contohnya, Ade Iskandar. Ialah sosok di balik sukses datangya.com, sebuah website yang menawarkan jasa pembuatan undangan online. Ide yang dimiliki sungguh kreatif, berawal dari keinginan untuk mengurangi penggunaan kertas undangan yang pada akhirnya terbuang sia-sia, ia membangun bisnisnya dari nol. Bagaimana tanggapan masyarakat tentang bisnis ini? Sangat baik! Hingga saat ini, jumlah undangan yang telah terkirim mencapai 190 ribu.

Pesan yang bisa kita ambil adalah siapa saja bisa terjun di bisnis digital dan peluang bisnisnya masih terbuka lebar. Anda bisa saja menjadi sosok sukses berikutnya.

 

 

Prospek Ide Bisnis Digital

1. Membangun Toko Online

Membangun toko online adalah membuat sebuah website atau platform sebagai sarana bagi transaksi pembelian produk secara online. 

Karena potensi bisnis ecommerce yang besar di Indonesia, berjualan online merupakan salah satu ide bisnis digital terbaik. 

2. Menekuni Bisnis Afiliasi atau Dropshiper

Afiliasi adalah kegiatan memasarkan barang milik orang lain dengan imbalan berupa komisi.  Secara singkat, cara kerja afiliasi terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, Anda mendaftar pada sebuah program afiliasi dan kemudian mendapatkan kode referal atau tautan khusus. Kedua, Anda memasarkan produk tersebut menggunakan website atau media sosial Anda. Ketiga, pada saat ada pembeli yang menggunakan kode yang Anda berikan atau mengikuti tautan yang Anda sarankan, Anda akan mendapatkan bagi hasil pendapatan.

Dropship adalah bisnis digital yang memungkinkan Anda menjual suatu produk tanpa memikirkan gudang dan pengiriman barang. Jadi, Anda cukup mengandalkan kemampuan menjual Anda saja. 

Selain itu, dropship juga berbeda dengan afiliasi. Di bisnis affiliasi, tugas Anda adalah seorang marketer yang menawarkan suatu produk, di bisnis dropship, Anda benar-benar menjual barang tersebut dan menerima uang dari pembeli. 

3. Menjadi Seorang Youtuber

Berapakah penghasilan yang bisa didapatkan dengan menjadi seorang YouTuber? Rp. 43 miliar setahun!

Ya, Anda tidak salah dengar. Ria Ricis adalah nama YouTuber dengan penghasilan tersebut. Ketekunannya dalam menyajikan konten yang menarik di akun YouTubenya membuatnya memiliki hingga 17 juta subscriber

Mengelola akun YouTube dengan berbagai konten yang unik terbukti bisa menjadi sebuah bisnis digital yang menjanjikan. 

Satu hal yang menarik dari YouTube adalah setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih sukses yang sama. Anda hanya perlu memikirkan apa yang menjadi keahlian Anda dan juga menarik untuk dijadikan konten.

Dari manakah penghasilan yang Anda dapatkan? Bisa dari iklan atau dari review berbayar yang Anda lakukan. Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dari Youtube.

Share:

KENALI PELUANG & TANTANGAN BISNIS DI ERA DIGITAL

Era digital telah dimulai, yang berarti era perdagangan bebas pun juga telah dimulai. Pastinya akan banyak peluang dan tentu saja banyak juga tantangan bisnis yang akan dihadapi di era ini. Kebebasan dan kecepatan informasi merupakan salah satu faktor penyebabnya. Peluang merupakan sebuah berita baik bagi pemilik bisnis. Namun, lain halnya jika yang datang merupakan tantangan bisnis. Apabila ini yang terjadi maka seorang pemilik bisnis harus mempunyai strategi dalam menghadapinya. Akan tetapi, sebelum mencari strategi, Anda terlebih dahulu harus mengetahui apa saja jenis tantangan bisnis yang akan dihadapi pada era digital ini. Berikut penjelasannya.

Transformasi Digital

Transformasi digital yang setiap hari makin maju dan canggih memang memiliki banyak sekali manfaat untuk perkembangan dunia bisnis saat ini. Teknologi dapat menghemat waktu, tenaga, serta biaya dengan hasil yang cukup maksimal. Namun, transformasi ini bisa menjadi sebuah tantangan yang cukup berarti apabila bisnis yang dijalankan tidak dapat mengikutinya. Apalagi, adanya ketakutan untuk mengubah cara-cara lama akan menimbulkan kekhawatiran apabila transformasi yang dilakukan tidak sesuai dengan yang diharapkan atau justru gagal. Hal ini perlu disikapi dengan rasa optimis yang tinggi dan pantang menyerah. Sebuah bisnis harus bisa menyesuaikan diri dengan teknologi yang terus berkembang. Pemilik bisnis akan dituntut untuk terus belajar dan belajar. Memang terdengarnya akan menguras waktu dan tenaga, namun apabila berhasil nantinya akan sangat mempermudah jalannya bisnis.

Kecepatan

Layaknya teknologi yang menuntut pemilik bisnis untuk adaptif, masyarakat saat ini pun menuntut produk dan layanan yang serba cepat serta praktis. Dan jika pemilik bisnis tidak dapat memenuhi keinginan ini, konsekuensinya bisnis akan ditinggalkan oleh konsumen secara perlahan. Pemilik bisnis dapat mengatasinya dengan berkolaborasi dengan teknologi yang ada saat ini.  Bisnis yang dipadukan dengan teknologi dapat melaju lebih pesat karena mengikuti perkembangan pasar.

Salah satu pemanfaatan teknologi adalah otomatisasi dalam mengelola sumber daya perusahaan. seperti penggunaan aplikasi berbasis cloud dalam mengelola karyawan, aplikasi keuangan, dan juga aplikasi pengarsipan.

Sumber Daya Manusia

Teknologi sudah diadopsi dalam bisnis, namun masih ada beberapa pekerjaan rumah lagi yang harus diselesaikan, yakni membuat sumber daya manusia yang dipekerjakan juga adaptif terhadap teknologi tersebut. Jangan sampai biaya besar yang dikeluarkan untuk pembaharuan teknologi malah tidak dapat dioptimalkan karena orang-orang yang terlibat tidak mampu untuk menggunakannya.

Sebuah bisnis yang ingin berjalan secara profesional dan berkembang butuh untuk merekrut sumber daya manusia yang memiliki kemampuan yang mencukupi. Selain itu, pemilik bisnis juga sebaiknya memberikan pelatihan tambahan serta melakukan upgrade keilmuan secara berkala untuk menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Share:
Copyright © Tjipto Ashari Berbagi | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com